A Comment to "MANUSIA PEREMPUAN"
February 2, 2007 at 3:20 am (Other Side)
Kenapa lebih ingin menjadi MANUSIA PEREMPUAN dari pada hanya menjadi PEREMPUAN ?, Kenapa tidak menjadi PEREMPUAN saja ketimbang menjadi MANUSIA tetapi PEREMPUAN. Bukankah PEREMPUAN lebih hakiki, lebih mutlak, lebih objektif ketimbang hanya sebagai subspesies dari OBJEK berbentuk MANUSIA ? Bukankah menjadi PEREMPUAN itu sudah lebih dari lengkap, lebih menjadi bagian dari semesta ketimbang menjadi PEREMPUAN yang eksistensi semestanya terwakili oleh objek MANUSIA?.
Mungkin Ibu memberi nama W A N I T A karna ingin maha karya beliau dapat menjadi PEREMPUAN, dapat menjadi bagian nyata dari Dunia, dapat menjadi salah satu partikel utama yang turut menopang Semesta. Bukan hanya sekedar MANUSIA PEREMPUAN yang eksistensinya musti dibatasi dan terwakili oleh MANUSIA yang notabenenya MANUSIA itu terdiri dari PEREMPUAN dan LAKI-LAKI.
Lalu kenapa harus melepas jati diri dengan mencinta secara pikiran, kenapa tidak kau maksimalkan saja jati diri kaummu yang mencinta secara Perasaan. Bukankah itu uniqe yang tidak di miliki oleh penyandang label MANUSIA lainnya yang berbentuk LAKI-LAKI ?
Lengkapilah warna semesta dengan Perasaan mu, dari pada kamu berebut untuk melengkapi Dunia dengan PIKIRAN ala MANUSIA LAKI-LAKI.
Karna merah pada pelangi pun tidak pernah ingin menjadi Kuningnnya Pelangi, bukan ?
Dan mungkin karna itu pula Beliau menamakanmu W A N I T A , agar menjadi warna pada Semesta.
Bukan.. ?
(Filosofi Putar Balik Kata)