A Comment to "MANUSIA PEREMPUAN"

Kenapa lebih ingin menjadi MANUSIA PEREMPUAN dari pada hanya menjadi PEREMPUAN ?, Kenapa tidak menjadi PEREMPUAN saja ketimbang menjadi MANUSIA tetapi PEREMPUAN. Bukankah PEREMPUAN lebih hakiki, lebih mutlak, lebih objektif ketimbang hanya sebagai subspesies dari OBJEK berbentuk MANUSIA ? Bukankah menjadi PEREMPUAN itu sudah lebih dari lengkap, lebih menjadi bagian dari semesta ketimbang menjadi PEREMPUAN yang eksistensi semestanya terwakili oleh objek MANUSIA?.


Mungkin Ibu memberi nama W A N I T A karna ingin maha karya beliau dapat menjadi PEREMPUAN, dapat menjadi bagian nyata dari Dunia, dapat menjadi salah satu partikel utama yang turut menopang Semesta. Bukan hanya sekedar MANUSIA PEREMPUAN yang eksistensinya musti dibatasi dan terwakili oleh MANUSIA yang notabenenya MANUSIA itu terdiri dari PEREMPUAN dan LAKI-LAKI.

Lalu kenapa harus melepas jati diri dengan mencinta secara pikiran, kenapa tidak kau maksimalkan saja jati diri kaummu yang mencinta secara Perasaan. Bukankah itu uniqe yang tidak di miliki oleh penyandang label MANUSIA lainnya yang berbentuk LAKI-LAKI ?

Lengkapilah warna semesta dengan Perasaan mu, dari pada kamu berebut untuk melengkapi Dunia dengan PIKIRAN ala MANUSIA LAKI-LAKI.

Karna merah pada pelangi pun tidak pernah ingin menjadi Kuningnnya Pelangi, bukan ?

Dan mungkin karna itu pula Beliau menamakanmu W A N I T A , agar menjadi warna pada Semesta.

Bukan.. ?

(Filosofi Putar Balik Kata)

4 Comments

  1. Pawestri said,

    February 8, 2007 at 9:06 am

    seseorang tidak pernah terlahir sebagai perempuan tetapi MENJADI perempuan…
    PAWESTRI dalam bahasa Jawa punya arti perempuan,dan nama biasanya sangat sarat makna serta harapan dari si’pemberi nama.
    dengan nama yang ‘di sandangnya’ PAWESTRI mungkin diharapkan bisa menjadi permpuan Jawa seutuhnya (dengan sterotype yang melekat pada image mengenai seorang Perempuan dan seorang Jawa).
    mm…tapi PAWESTRI memililih menjadi MANUSIA PEREMPUAN yang dilengkapi dengan otoritas atas kehendak dirinya, sangat menyadari apa yang dia pilih. Menjadi MANUSIA yang memiliki kesadaran atas pilihan-pilihan dalam hidupnya.

    let’s broke all the gender role…biar banyak PAWESTRI lain dan dunia bisa seimbang :)

  2. Eka M. said,

    February 12, 2007 at 5:19 am

    seorang perempuan haruslah bangga menjadi perempuan..
    krn perempuan begitu dilindungi oleh Allah..
    tp karena perempuan ingin menjadi Manusia Perempuan..akhirnya perlindungan yang Allah berikan seperti menjadi tali kekang yg harus dilepas..
    mungkin karena perempuan lebih bmain dgn perasaan..tapi kadang menyangkalnya..
    bukankah karena perasaan itu, perempuan ingin merasa seperti Manusia Perempuan..

  3. pawestri said,

    February 14, 2007 at 12:43 pm

    …menurutku Pawestri justru sangat bangga dengan dirinya yang perempuan..
    sebagai perempuan ia memiliki kesadaran penuh atas pilihan2an dalam hidupnya. Yang membedakan dia dari perempuan pada umumnya (dalam kacamata masyarakat patriarki), Pawestri tidak pernah melakukan sesuatu hanya karena dia PEREMPUAN.
    Berdandan dan merawat dirinya (MACAK :dlm bhs Jawa) bukan hanya karena ia perempuan, tapi karena rasa syukurnya pada ALLAH atas mahakarya yang begitu indah.karena itu ia merawat dirinya.
    Memasak (MASAK)bukan karena ia perempuan, tapi karena ia suka memasak.

    btw…tokoh PAWESTRI jadi begitu hidup ya…:)tokoh di dunia paralel mungkin :)

    sedikit mengutip ungkapan Irigaray:”Menjadi dua ( laki-laki dan perempuan) berarti saling menolong satu sama lain untuk menemukan kebahagiaan, memelihara perbedaan antara kita, bukan semata-mata karena peran, melainkan karena kita berdua mewakili cara yang unik dari kemanusiaan ini dalam berproduksi dan berreproduksi, serta untuk meraih kebahagiaan dan mengembangkannya.”

  4. pawestri-pawestri said,

    March 19, 2008 at 7:31 am

    Menjadi manusia perempuan? Kalau menurut aku, menjadi sebuah kehormatan – kebanggan tersendiri yang sulit untuk disampaikan karena sebagai manusia berjenis kelamin yang mewakili perasaan perempuan. Jadi aku punya perasaan unggul dan tangguh yang lebih sesuai kodratnya sebagai manusia. Nilai plus mungkin yah, tanpa harus mengecilkan arti jenis kelamin yang lain yang tentunya dibutuhkan karena memang saling melengkapi. Tapi meskipun secara sosial perempuan seringkali dilihat sebagai makhluk yang melengkapi sisi yang lain, tapi kalau mau diliat lagi….kalaupun tetap akan dipandang sebagai melengkapi, perempuan akan melengkapi dengan sebuah kekokohan…. Unik kan….tapi yang sebenernya….


Post a Comment